Kategori
Kebun

7 Contoh Simbiosis Komensalisme Yang Harus Diketahui

Contoh simbiosis komensalisme – Sebagai bagian dari suatu ekosistem, harus ada berbagai komponen biotik dan abiotik yang saling mempengaruhi. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik dalam suatu lingkungan pasti akan menyebabkan simbiosis. Di bidang biologi yang tepat, ada berbagai jenis simbiosis, mulai dari saling menguntungkan hingga manfaat parsial.

Dalam diskusi ini, kita akan mengeksplorasi contoh simbiosis komensal. Namun, sebelum mengeksplorasi lebih lanjut contoh simbiosis komensal, pertama-tama kita akan mengeksplorasi pemahaman.

Contoh Simbiosis Komensalisme

Memahami simbiosis komensalisme adalah simbiosis atau interaksi yang terjadi pada 2 makhluk hidup atau organisme dari berbagai jenis. Di mana, dalam simbiosis ini, satu pihak akan mendapat manfaat dan pihak lainnya tidak akan dirugikan. Nah, inilah contoh simbiosis komensal tanaman dan hewan.

1. Pohon Anggrek dan Pohon Mangga

Anggrek dan mangga berinteraksi satu sama lain dan menghasilkan commensalism simbiotik. Anggrek tumbuh dan berkembang dengan menempel pada pohon mangga. Fungsinya adalah anggrek menerima sinar matahari, air, dan zat untuk melakukan proses fotosintesis.

Anggrek akan menuai manfaat seperti sinar matahari, air dan penyerapan zat anorganik dari kulit kayu, sedangkan pohon mangga tidak rusak atau mendapat manfaat dari keberadaan tanaman anggrek.

2. Ikan Hiu dan Ikan Remora

Ikan remora (Echeneida sp) memiliki interaksi yang baik dengan hiu (Carcharhinus longimanus). Dimana di lautan luas ikan remora yang biasanya hidup berkelompok akan selalu dekat dengan hiu. Tujuannya agar tidak dimakan ikan yang lebih besar darinya. Selain itu, ikan remora juga akan lebih mudah mendapatkan makanan dari sisa hiu.

Sementara hiu hidup hanya seperti biasa, ada atau tidak adanya ikan remora tidak mengganggu kebiasaan sehari-hari mereka.

3. Ikan Pari dan Ikan Remora

Jika diskusi pertama adalah interaksi antara ikan remora dan hiu, maka diskusi kali ini adalah interaksi antara ikan remora dan sinar. Jika dalam hiu, sebuah remora akan mengelilinginya, maka sejalan, remora akan menggantung lebih dekat ke tahap menggunakan sirip punggungnya yang digunakan sebagai perangkat hisap.

Dalam hal ini, misalnya, skating ikan pari memakan, dan kemudian ikan remora juga menerima makanan, tetapi ini berasal dari sisa-sisa makanan dari ikan pari. Seperti hiu, kedatangan ikan remora tidak merusak atau mengganggu sinar.

4. Ikan Goby dan Bulu Babi

Ikan Goby adalah jenis ikan yang cocok, kecil dan tipis. Landak laut itu sendiri adalah sejenis organisme laut bundar dengan banyak duri di sekujur tubuhnya. Sementara si gobi akan berlindung di antara duri landak laut. Meskipun, seperti kita ketahui, landak laut mengandung zat beracun.

Zat beracun yang dimiliki bulu babi digunakan oleh ikan gobi untuk melindungi diri dari serangan predator. Selain itu, ikan gobi juga dapat memberi makan di sekitar bulu babi untuk tetap aman dan, misalnya, predator memangsa mereka sehingga mereka tidak lagi harus mencari perlindungan.

5. Serigala dan Harimau

Interaksi simbiotik dari komensalisme juga dapat terjadi antara dua hewan karnivora, yaitu harimau dan serigala emas yang disebut canis atau serigala emas. Serigala emas yang telah terpisah dari kawanannya akan mengikuti harimau dari belakang agar dapat mengambil manfaat dari sisa-sisa mangsa harimau.

Serigala emas akan mendapat manfaat dari sisa-sisa mangsa untuk dimakan, sementara harimau tidak terpengaruh karena porsi makanan jadi.

6. Kalajengking dan Kumbang

Kalajengking semu atau kalajengking tanpa sengatan memiliki interaksi komensal dengan kumbang besar. Biasanya tanpa sengatan, kalajengking bersembunyi di balik sayap kumbang besar. Ini digunakan sebagai bentuk perlindungan bagi predator.

Keuntungannya diperoleh oleh kalajengking tanpa gigitan, sedangkan kumbang besar tidak terpengaruh oleh kehadiran kalajengking tanpa gigitan.

7. Bakteri dan Usus Manusia

Contoh-contoh simbiosis komensalisme juga dapat diamati dalam tubuh manusia, yaitu bakteri yang membusuk di usus manusia. Bakteri yang membusuk hidup di usus besar manusia dan menyerap zat makanan yang tidak dicerna tubuh manusia.

Bakteri akan menuai manfaat karena mereka menyerap zat makanan yang tidak tercerna, sementara manusia tidak memiliki pengaruh, tidak ada keuntungan, tidak ada kerugian.

Kategori
Kebun

Lengkapi Gizi Keluarga Dengan Sayuran Hidroponik

Boat Rental Shavasu – Sayuran segar tentu bisa memberikan banyak manfaat untuk keluarga. Sayur sebagai sumber serat mengandung berbagai vitamin dan mineral penting untuk tubuh.

Sayuran kadang menjadi jenis bahan makanan yang tidak disukai sebagian orang, terutama anak – anak. Tetapi jika anak dilibatkan untuk menanam sayur, lalu melihat proses tumbuh kembang tanaman ini, tentu anak akan mau mencicipi hasil tanamnya.

Anda bisa mengajak anak untuk menanam sayuran secara hidrofonik. Media tanam yang tidak membutuhkan lahan yang besar dan mudah dilakukan dirumah. Hasilnya pun tidak kalah baiknya dengan sayuran yang ditanam secara biasa.

Cara menanam seperti ini mulai banyak diminati. Teknik menanam yang tidak terlalu rumit, serta biaya yang tidak terlalu besar, membuat tanaman Sayuran Hidrofonik banyak diminati. Tentu sangat membantu perekonomian keluarga.

Sebelum mulai menanam ada beberapa hal yang perlu anda siapkan menurut sudutkebun.com, seperti:

  1. Botol plastik bekas minuman kemasan
  2. Kain yang akan digunakan sebagai sumbu. Jika bisa pilihlah kain dengan bahan flanel
  3. Nutrisi tanaman hidrofonik yang banyak dijual pada penjual pupuk
  4. Media tanam yang berupa arang sekam padi, batu kerikil, batu bata dan pasir malang.

Semua bahan ini akan diolah menjadi media tanam sayuran hidrofonik anda. Jangan lupa untuk menyiapkan bibit sayuran yang akan ditanam. Jenis bibit sayuran yang sering di gunakan yaitu cabe, tomat, selada, kangkung dan bayam.

Setelah semua bahan siap kini anda dapat mulai membuat media tanam hidrofonik. Pertama potong botol plastik bekas minuman pada bagian tengah, menjadi dua bagian. Botol yang berleher akan menjadi sisi bagian atas dan botol yang beralas akan menjadi sisi bagian bawah.

Pada botol bagian atas bolingi sekeliling leher botol, ini akan berguna sebagai aliran udara pada tanaman nantinya. Atur kain yang digunakan sebagai sumbu, dari leher botol hingga keluar melalui mulut botol. Pastikan panjang sumbu cukup untuk menyentuh permukaan air.

Kemudian letakkan botol sisi bawah pada bagian luar, lalu letakkan sisi bagian atas didalamnya. Bagian sumbu terletak di bawah. Selanjutnya masukkan media tanam kedalam botol bagian atas. Media bisa berupa pecahan batu bata, sekam bakar, rockwell maupun spon. Pilihlah sesuai keinginan anda. Taburkan bibit sayuran hidrofonik, masing-masing media tanam diisi dua hingga tiga bibit sayuran.

Botol pada sisi bagian bawah diisi dengan larutan nutrisi hidroponik yang sudah anda siapkan. Isilah sampai merendam bagian sumbu tadi. Ini akan menjadi sumber makanan bagi tanaman sayuran anda. Setelah selesai kini anda hanya perlu meletakkan ditempat yang terkena cahaya matahari langsung, tetapi tidak terkena hujan. Proses penanaman sayur telah selesai.

Kini anda hanya menunggu sayuran tumbuh dan membesar. Rawat tanaman anda, jangan sampai air nutrisi kering. Jika sudah terlihat sedikit tambahan kembali. Bertambah besar taman akan membutuhkan nutrisi yang lebih pula. Oleh sebab itu sebaiknya konsentrasi larutan nutrisi lebih ditingkatkan pada usia tanaman yang bertambah.

Mudah bukan cara menanam sayuran hidrofonik. Anda harus mencobanya dirumah. Untuk menjamin kecukupan nutrisi untuk seluruh anggota keluarga. Bisa juga menjadi sarana rekreasi, penghilang stress.