Kategori
Furniture

Membuat Tempat Tinggal Unik Dari Container

Boatrentalshavasu – Impian setiap orang adalah memiliki tempat tinggal yang nyaman dan rapi. Apalagi jika bisa mendapatkan hunian yang murah dan terjangkau. Sayangnya, harga rumah masih naik, dan mereka berharap memiliki rumah idaman. Namun berkat inovasi konstruksi yang berkesinambungan, teman – teman kini bisa menggunakan container atau container bekas yang sudah dialihfungsikan menjadi rumah dengan kisaran harga 50 jutaan. Meski terdengar tidak biasa, rumah yang terbuat dari kontainer bekas digunakan di Eropa, termasuk Indonesia. Beberapa kafe dan perkantoran mulai menggunakan kontainer sebagai tempat nongkrong dan bekerja. Mereka kerap menggunakan container bekas atau container 2 lantai.

Langkah pertama yang harus dilakukan bila teman – teman ingin membangun rumah kontainer adalah dengan membeli sebidang tanah kosong dan kontainer yang akan digunakan sebagai rumah. Ada dua ukuran container yang beredar di pasaran, yaitu 6m x 2.4m x 2.56m dan 12m x 2.4m x 2.56m. Harga satuan container custom bisa 50 – 70 juta. Namun jika ingin desain yang lebih unik dan murah, #SahabatJagoBangunan bisa membeli container unchanged dengan harga satuan antara Rp. 13-24 juta. Wadah tersebut kemudian dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan pribadi dan disesuaikan dengan keinginan. Rumah ini bisa didesain dengan desain klasik, minimalis bahkan mewah. Itu tergantung pada kondisi keuangan dan keinginan teman – teman.

Sebelum mendiami, pastikan rumah kontainer aman dan nyaman untuk ditinggali. Teman – teman juga harus memperhatikan jalur instalasi listrik, siklus udara, dan saluran sanitasi. Tak hanya itu, pastikan ukuran wadahnya sesuai dengan ukuran furnitur yang akan mengisi ruangan. Lokasi rumah kontainer juga harus diperhatikan dengan lebih cermat.

Walaupun containernya terbuat dari material baja dan biasanya digunakan sebagai tempat penyimpanan, bukan berarti container tersebut bebas perawatan. Baja akan mengalami korosi atau korosi jika terlalu sering terkena udara dan air asin. Oleh karena itu, diperlukan cairan khusus untuk menutupi wadah agar tahan terhadap korosi. Selain masalah korosi, housing container juga bisa memiliki suhu ruangan hingga 55 derajat Celcius. Karena dinding baja, suhunya dua kali lebih panas dari suhu di luar. Oleh karena itu, disarankan untuk memasang insulasi panas di dalam dan di luar wadah. Insulator panas di bagian luar bisa berupa cat eksterior yang tahan sinar UV, seperti polyurethane dan glass wool yang dioleskan ke seluruh container.

Di bagian dalam, penyekat panas bisa berupa kayu yang dipasang di langit-langit wadah. Kayu ini tidak hanya berfungsi sebagai penyekat panas, tetapi juga menyerap gelombang suara yang akan membuat ruangan menjadi lebih tenang. Teman – teman juga bisa membuat taman di atas atap menjadi wadah yang tidak hanya mencegah sinar matahari langsung tapi juga memberi tambahan suplai oksigen.

Container sendiri tahan terhadap guncangan gempa hingga 8 skala richter. Selain itu, membangun rumah kontainer lebih cepat karena tidak membutuhkan banyak bahan bangunan. Pembangunan rumah kontainer juga tidak memerlukan izin mendirikan bangunan (IMB), karena bersifat sementara. Model kompak juga memungkinkan rumah kontainer berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, harga rumah kontainer relatif lebih murah dibandingkan membangun rumah dengan bahan bata, semen atau kayu.

Keberadaan rumah kontainer bisa menjadi salah satu jawaban bagi teman – teman semua yang menginginkan rumah bergaya, aman dan nyaman dengan harga yang terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *