Kategori
Bisnis

PayTern Sebagai Usaha MLM

Boatrentalshavasu –┬áBelakangan ini marak perbincangan tentang Paytren yang merupakan produk Ustadz Yusuf Mansur. Apakah Paytren termasuk dalam grup MLM? Jawabannya ya, karena ada bukti sistem upline dan downline. Namun apakah MLM yang dipraktekkan Paytren sama dengan MLM yang merupakan money game? Inilah yang perlu Anda temukan jawabannya dengan memeriksa setiap komponen yang terlibat. Untuk mengetahui keberadaan money game ini, pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah: apakah pendapatan pasif ikut serta dalam Paytren? Apakah ada biaya pendaftaran yang dikenakan Paytren ke toko jaringan kecil? Apakah ada produk untuk dijual? Bagaimana Anda menentukan perjanjian kinerja? Semua ini membutuhkan studi mendalam.

Paytren memiliki produk untuk dijual

Menurut situs resmi Paytren, Paytren pada dasarnya menjual produk aplikasi. Harga produk ini 350 ribuan. Dengan membeli produk ini, pembeli segera dinyatakan sebagai mitra Paytren. Melalui aplikasi ini, mitra Paytren dapat segera mengoperasikan produk tersebut untuk bisnis.

Dari setiap transaksi yang dilakukan oleh masing-masing mitra, Paytren menjanjikan bonus dan pengembalian uang instan. Menurutnya, pelunasan merupakan ujrah yang diberikan perseroan saat rekanan atau jaringan rekanan melakukan transaksi. Misalnya, A (upline 1) memiliki aplikasi rekanan dengan B (downline 1) dan B bermitra dengan C (downline 2 anggota B). Untuk setiap transaksi yang dilakukan oleh C, orang A menerima pengembalian uang (pendapatan pasif) dengan jumlah tertentu. Sama halnya dengan Orang B yang merupakan upline dari Orang C, dia mendapat pengembalian dana karena referal yang dimilikinya. Jika kita melihat lebih jauh, memang benar ada passive income, uang yang dimiliki oleh A atau B sebagai hasil kerja yang dilakukan oleh C melalui transaksi. Selanjutnya, kita perlu mencari tahu apa arti dari transaksi yang dilakukan oleh orang-C ini. Apakah tujuan transaksi ini untuk mencari bawahan, atau berasal dari penjualan produk? Ketika datang untuk menemukan bawahan, pada dasarnya benar bahwa Paytren adalah permainan berbasis permainan uang.

Namun jika berdasarkan penjualan produk, Paytren tidak bisa diklasifikasikan sebagai money game, karena pengembalian hasil penjualan produk bawahan tersebut memiliki kedudukan yang sama dengan ja’lu (bonus penjualan).

Transaksi di Paytren

Berdasarkan penelusuran penulis, ternyata menurut situs resmi Paytren bahwa Paytren memiliki bisnis Fintech yang bisa digunakan agar mirip dengan bisnis PPoB. PPoB merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk membeli tiket atau tagihan bulanan, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk kebutuhan orang lain. Akun yang berbeda ini termasuk PDAM, telepon, pulsa, paket data, TV berbayar, cicilan, dan sebagainya. Yang membedakan Paytren dan PPoB, aplikasi tidak didapat dengan membeli.

Aplikasi PPoB bisa didapatkan secara gratis beserta passwordnya. Sementara itu, aplikasi Paytren harus didapatkan dengan membeli kata sandi untuk masuk dan menggunakan produk Treni. Melihat hal ini, apakah perlu ditelusuri apa saja sih keuntungan dari 350 ribu uang yang digunakan Paytren? Setelah menemukan penulis, ternyata uang itu digunakan untuk menghasilkan pendapatan pasif untuk upline 1 dan 2, dengan jumlah total 25 ribu untuk upline 1 dan 75 ribu untuk upline 2.

Sisa uang pergi ke rekening perusahaan hilang. Uang yang masuk ke upline 1 dan 2 otomatis masuk ke akun upline 1 dan 2 perusahaan setelah transaksi pendaftaran anggota dilakukan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa uang ini termasuk dalam kategori permainan uang. Tentu saja, pandangan ini adalah kunci terpenting untuk fokus pada harga kata sandi yang diperdagangkan. Jika benar aplikasinya pada dasarnya gratis maka 350 ribu murni biaya pendaftaran kemitraan dan aplikasinya hanya berfungsi sebagai pelabuhan. Undang-undang akan menerapkan sebaliknya jika aplikasi Paytren memiliki nilai lebih dari PPoB. Akibatnya, pembaca harus menilai.

Hukum Bonus

Paytren Bonus yang diperoleh oleh mitra Paytren diperoleh dari penjualan aplikasi Treni. Karena dilihat dari asal muasal produk ini, semakin sering transaksi dilakukan oleh partner maka semakin banyak pula bonus yang didapatnya. Karena berasal dari penjualan produk, bonus di Paytren adalah kontrak ja’lu (bonus) yang valid, karena berbasis penjualan, sedangkan kita tahu bahwa penjualan ini tidak harus hanya untuk anggota, tetapi untuk orang di luar yang membayar mitra. . Pada poin ini, pembaca dibimbing untuk bisa membedakan antara refund dan bonus yang ditawarkan Paytren.

Sejauh yang penulis teliti, cashback itu haram, sedangkan bonus penjualannya halal. Hasilnya, dapat disimpulkan bahwa tidak semua MLM dengan sistem jual beli piramida dapat disamakan dengan money game yang dilarang oleh Syariah. Yang dilakukan oleh PT Luxindo Raya adalah contoh MLM yang diperbolehkan karena tidak adanya passive income dan tidak adanya unsur cash game di dalamnya. Namun, elemen MLM yang dilarang seperti yang diilustrasikan dalam penerapan sistem pengembalian Paytren. Dengan ini, jelas bahwa tidak semua MLM adalah permainan uang dan tidak semua skema piramida penjualan didasarkan pada permainan uang.

Selain Paytren, MLM yang cocok untuk Anda gabung, silahkan join di Forever Healthy Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *