Kategori
Otomotif

Syarat Pembayaran Pajak STNK Jakarta

Boatrentalshavasu –┬áBagi pemilik kendaraan bermotor baik itu mobil maupun motor memiliki beberapa kewajiban, salah satunya membayar pajak.

Namun, banyak dari mereka yang memiliki kendaraan roda empat atau dua masih menggunakan pelari dan tidak melakukannya sendiri.

Pasalnya, dengan menggunakan layanan administrasi perpajakan ini pemilik tidak perlu khawatir membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan atau lima tahun. Padahal, jika ingin mengurusnya sendiri kondisinya cukup mudah.

Saat memulai pengunduhan akun Instagram @humaspajakjakarta, ketentuan pembayaran PKB adalah sebagai berikut:

Syaratnya adalah sebagai berikut:

1. STNK asli dengan fotocopy
2. BPKB Asli dan Fotocopy
3. Mengoreksi identitas pemilik asli kendaraan ke STNK dengan fotokopi

Jika Anda berwenang untuk itu, Anda dapat melampirkan surat kuasa yang dilengkapi dengan stempel dan kartu identitas penerima surat kuasa dan fotokopi KTP penerima.

Pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor dapat dilakukan di berbagai tempat penjualan, yaitu:

1. Kantor pusat Samsat
2. Tempat penjualan Samsat
3. Mobil Mobile Samsat
4. Aplikasi Samsat Online Nasional (SAMOLNAS)

Sedangkan untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor 5 tahun diwajibkan di Kantor Pusat Samsat sesuai dengan domisili objek Pajak Kendaraan Bermotor.

Pandemi Corona Covid-19 masih berlangsung di Indonesia dan belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Dengan cara ini, pemerintah terus memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) dan masyarakat diimbau untuk menghindari kontak fisik langsung guna mencegah penularan virus dari Wuhan, China.

Dengan himbauan tersebut, pemilik yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor tahunan tidak disarankan untuk langsung ke Samsat.

Pasalnya, saat ini layanan Samsat online sudah tersedia melalui aplikasi, berikut cara pembayaran pajak secara online, seperti yang tertera di situs resmi Polri:

Pertama, unduh aplikasi National Samsat Online. Kemudian pilih menu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan tekan menu registrasi, selanjutnya akan ada notifikasi, TBPKP (bukti pembayaran kewajiban pembayaran) dan stiker validasi registrasi kendaraan akan dikirim ke alamat yang tertera di perpajang stnk online. Di sini kita diminta untuk membuat keputusan apakah kita setuju atau tidak.

Pada langkah selanjutnya akan muncul form yang harus diisi oleh wajib pajak (orang yang membayar pajak) yaitu nomor polis, NIK, lima digit terakhir nomor frame, nomor telepon dan email.

Jika sudah penuh, tekan tombol Continue. Sistem akan memproses data tersebut selama kurang lebih satu menit. Jika data yang dimasukkan benar, maka akan muncul data lengkap tentang kendaraan untuk membayar pajak beserta jumlah pajak yang terutang.

Wajib Pajak hanya perlu menekan tombol terima untuk setuju mendapatkan kode pembayaran yang akan digunakan untuk membayar pajak melalui layanan perbankan elektronik (e-Banking atau ATM).

Setelah mengikuti petunjuk di atas dan membayar, Samsat akan mengirimkan E-TBPKP yang berlaku selama 30 hari sejak hari pembayaran.

Kalaupun pembayarannya online, Wajib Pajak harus datang ke Samsat untuk mengesahkan STNK dan meminta TBPKP / SKPD asli berdasarkan E-TBPKP.

Mengenai waktu kunjungan ke Samsat untuk validasi berdasarkan masa berlaku E-TBPKP. Meski berhasil dua kali, setidaknya begini, prosesnya lebih cepat dan kemungkinan kontak dengan orang lain lebih rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *